
Jakarta, 10 Mei 2025 — Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan menghadirkan narasumber ahli, Prof. Dr. Jumadi, M.Pd., pada Sabtu, 10 Mei 2025. Acara ini digelar secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh 36 peserta yang merupakan mahasiswa program doktoral.
Mengusung topik “Analisis Wacana Kritis: Perspektif Teoretis dan Metodologis”, kuliah ini bertujuan memperdalam pemahaman peserta terhadap pendekatan analisis wacana kritis (AWK), khususnya dalam kaitannya dengan tantangan komunikasi dan informasi di era post-truth. Prof. Jumadi menyoroti bagaimana wacana bukan hanya medium penyampai pesan, tetapi juga instrumen kekuasaan yang dapat membentuk opini publik dan struktur sosial.
“Di tengah banjir informasi dan bias media, penting bagi para akademisi untuk membekali diri dengan kemampuan membaca wacana secara kritis dan kontekstual. Analisis Wacana Kritis membantu kita membongkar relasi kuasa yang tersembunyi dalam bahasa,” ujar Prof. Jumadi dalam paparannya.
Kuliah ini mencakup pembahasan mengenai landasan teoretis AWK, perbedaan pendekatan tokoh-tokoh utama seperti Fairclough, van Dijk, dan Wodak, serta bagaimana metodologi ini dapat diterapkan dalam penelitian bahasa dan pendidikan. Peserta juga diajak berdiskusi langsung untuk menguji pemahaman mereka terhadap analisis data wacana dalam konteks penelitian masing-masing.
Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia UHAMKA, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan kontribusi narasumber dalam memperluas wawasan keilmuan mahasiswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin penguatan akademik Program Doktor UHAMKA, yang terus mendorong kolaborasi ilmiah lintas institusi dan memperkaya perspektif mahasiswa terhadap isu-isu kebahasaan kontemporer.
Dengan terlaksananya kuliah pakar ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami konsep dasar dan metode analisis wacana kritis, tetapi juga terinspirasi untuk mengangkat isu-isu sosial, politik, dan pendidikan dalam penelitian mereka melalui pendekatan yang lebih kritis dan reflektif.